21

February

Sejarah Monas (Monumen Nasional)


Monumen Nasional atau Monas merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dan dibangun pada bulan Agustus 1959.
Kemudian Monas diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno, dan baru dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno.
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Monas berbentuk batu obeliks setinggi 132 meter, terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. 
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton, berdiameter 6 m, dan terdiri dari 77 bagian yang disatukan serta dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor itu melambangkan semangat yang tak pernah padam dalam melawan penjajah.
Di bagian bawah terdapat cawan yang tingginya 17 meter diukur dari lantai dasar dan 8 meter dari lantai museum. Sedangkan ukuran cawan adalah 45×45 meter. Hal ini dimaksudkan sebagai catatan hari kemerdekaan republik Indonesia (17-8-45). Para pengunjung dapat masuk ke tugu puncak monas melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang. Di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dan dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI. Selain itu, terdapat ruang kemerdekaan yang berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas. Ruang ini menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ada pula replika naskah proklamasi dari emas. Di sini pula diperdengarkan rekaman suara Sukarno saat membaca teks proklamasi.
Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Ada pula atraksi perpaduan laser multiwarna tiga dimensi yang membuat Tugu Monas bisa berubah warna di malam hari. Ada juga atraksi air mancur pesona mas. 
Sumber: Wikipedia dan sumber lainnyaSumber Foto: http://kumpulan.info

Share Bookmark


Calender

November 2017
MgSnSlRaKmJmSa
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 

Categories


Andhie Quest's Facebook profile